Tahun 2021 baru saja dimulai. Rasanya, baru kemarin memasuki tahun 2020 dengan penuh suka cita dan tidak pernah terbayangkan akan berakhir dengan penuh kehampaan. Biasanya, di akhir tahun, gue me-review perjalanan selama satu tahun itu lewat resolusi yang sudah gue buat di akhir tahun sebelumnya. Dan coba tebak, ada berapa yang gue beri tanda ceklis di resolusi 2020 :’)
Melihat resolusi 2020 rasanya membuat hati meringis karena banyak yang tidak terealisasi. Tidak, gue gak mau mengkambing hitamkan pandemi atas semua kegagalan yang terjadi. Ini murni keteledoran gue yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik.
Walaupun begitu, bukan berarti tidak ada hal baik dan membahagiakan yang terjadi sepanjang tahun 2020. Lewat tulisan ini, gue mencoba untuk mengingat kembali hal-hal apa saja yang sangat gue syukuri selama melewati tahun 2020 yang penuh dengan kejutan di dalamnya. Gue berencana untuk membuat beberapa tulisan mengenai review perjalanan selama satu tahun kemarin yang belum sempat gue tulis pada waktu itu. Sekaligus ingin merealisasikan habit menulis yang harusnya dicapai tahun 2020 kemarin. Bismillah.. semoga awal tahun ini menjadi awal yang baik untuk mulai merutinkan kegiatan menulis :)
Oke, kita mulai dari bulan Januari… ada apa kira-kira di bulan itu?
Januari 2020
Awal tahun kemarin, gue masih tinggal di IQF (Indonesia
Quran Foundation) sebagai mahasantri angkatan 9. Menjadi bagian dari keluarga
IQF adalah salah satu hal yang gue syukuri selama perjalanan hidup gue. Gue
mendapatkan banyak ilmu dan hidup dengan orang-orang yang punya beragam
karakter dan sangat menginspirasi.
Di Januari kala itu, IQF sedang mengadakan rangkaian
kegiatan IQF Olimpiade, semacam perlombaan antarsantri. Ada perlombaan individu
dan ada juga perlombaan berkelompok. Para santri perempuan yang berjumlah kurang lebih 30 orang dibagi ke dalam lima kelompok dan gue masuk ke dalam kelompok yang diberi nama Asy-Syams
bersama Nisa, Ka Fitri, Ifa, Devina, dan Famila.
Rangkaian IQF Olimpiade diadakan selama bulan Januari dengan berbagai mata lomba, mulai dari write a verse, MHQ (Musabaqoh Hifdzil Quran), menulis esai, membuat kaligrafi, pidato, hingga senam. Semua kegiatan itu berakhir dengan pengumuman pemenang pada 27 Januari 2020. Alhamdulillah.. ada beberapa perlombaan yang berhasil dimenangkan oleh kelompok kami :D
![]() |
| sumber: dok. pribadi |
IQF Olimpiade ini diadakan setelah parasantri liburan dan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Acara ini bermanfaat banget untuk kembali membiasakan rutinitas positif yang mungkin sempat ditinggalkan selama liburan kemarin. Dengan mengikuti kegiatan ini, gue berusaha sekuat tenaga me-murojaah hapalan karena akan mengikuti lomba MHQ. Harusnya sih selama liburan gue rutin morajaah, tapi kenyataannya gue malah terlena dengan kegiatan yang tidak produktif :")
Kegiatan IQF Olimpiade ini menjadi awal yang baik dalam memulai perjalanan tahun 2020. Semua santri pada saat itu sibuk mempersiapkan dirinya dan kelompok untuk mengikuti perlombaan. Di Januari juga gue semakin mengenal dekat dengan santri-santri lainnya yang sebelum adanya kegiatan ini, kami jarang berinteraksi.
Melihat kilas balik momen Januari 2020 kemarin membuat gue semakin rindu mereka, teman-teman, SPV, dan ustadzah di IQF yang kini sudah tidak lagi tinggal bersama. Semoga kita semua bisa berkumpul lagi dan bisa terus menjaga silaturahmi. Doa terbaik untuk kalian semua :)





