New Normal Versi Gue
Jumat, September 18, 2020Hai, sudah lama tidak berkunjung ke sini. Beberapa bulan ke
belakang, gue memang sedang sibuk menyelesaikan Tugas Akhir sebagai syarat
menjadi sarjana, diselingi dengan kegiatan magang. Di tengah pandemi yang
sudah melanda lebih dari enam bulan lamanya, gue terpaksa harus terbiasa dengan
semua kegiatan yang "berbau" online. Bimbingan TA online, termasuk kegiatan
magang selama tiga bulan penuh yang diisi dengan WFH dan beronline ria di ruang
maya. Hufft lelah rasanya!
Bulan Maret tahun ini kayaknya menjadi titik balik kehidupan
gue. Bukan hanya karena di bulan itu gue lahir ke bumi, tapi di bulan Maret inilah semua
kegiatan online bermula, semenjak diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
Dari Bulan Maret, kita beranjak ke lima bulan setelahnya. Agustus!
Di bulan Agustus ini, PSBB di daerah Jabodetabek sudah tidak
berlaku dan diganti dengan sistem “New Normal” atau sistem kenormalan baru. Di bulan ini juga, gue harus
melepaskan status mahasiswa yang telah disandang selama 4 tahun lamanya. Ada
perasaan gak rela sebenernya! Apalagi di saat-saat seperti ini dan gue harus
mengucapkan selamat tinggal kepada semua rutinitas dan kesibukan di Depok, orang-orang
yang ada di kampus, dan kebebasan selama menjadi mahasiswa.
Sebelum pandemi ini muncul, gue sudah membayangkan akan menetap di Depok setelah lulus kuliah. Bahkan, gue juga sudah membayangkan akan
seperti apa meriahnya acara wisuda di bulan Agustus nanti. Gue pakai toga,
dinyanyiin Maba (Mahasiswa Baru), salaman dengan rektor, mengajak keluarga ke Balairung, juga foto
bersama teman-teman lainnya.
Yah, manusia memang hanya bisa berencana. Pada akhirnya, kita
tetap harus menjalani takdir yang sudah ditentukan.
Bagi beberapa orang, "New Normal" ini mungkin membuat mereka
harus terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan baru, seperti rajin mencuci tangan,
memakai masker, dan sedia hand sanitizer. Lebih dari itu, New Normal membuat gue harus terbiasa
dengan rutinitas dan tempat baru. Gue gak lagi dateng ke kampus tiap Senin
sampai Jumat. Ngerjain tugas. Rapat. Ngajar privat.
Meski
rasanya sulit dan belum bisa move on dari kenangan di Depok, gue masih berusaha
untuk beradaptasi dan terbiasa dengan rutinitas baru dengan tidak lagi menyandang status sebagai mahasiswa. Sama halnya, ketika gue yang sangat-sangat jarang
pakai masker, termasuk ketika naik motor, terpaksa harus terbiasa memakai masker ke mana
pun dan di mana pun. Sulit memang pada awalnya, tapi agar gue bisa terhindar
dari virus berbahaya, gue harus memaksa diri untuk terbiasa!
Terakhir, gue ingin mengucapkan terima kasih untuk Depok dan semua kenangan di dalamnya. Terima kasih sudah banyak mengukir kenangan indah dalam hidup dan membentuk diri gue menjadi yang seperti sekarang. Dan, selamat
datang kenormalan baru!


0 comments