facebook twitter Tumblr Instagram youtube linkedin

Metamorfosis

    • Beranda
    • Cerita Hari Ini
    • Ulasan Buku
    • Ulasan Film
    • _Film Korea
    • _Film Indonesia
    • _Film Thailand
    • Tutorial
    Gambar : http://revoluside.com/kegagalan-apakah-aku-mengenalnya/

    Untuk waktu yang kita kira terbuang sia-sia, bukan berarti tidak ada hikmahnya. Terkadang kita hanya menyalahkan diri tanpa peduli apa yang menjadi penyebabnya. Begitulah apa yang gue alami saat ini. Ketika apa yang gue lakuin dalam 4 bulan belakangan selalu gagal, gue hanya bertanya kenapa? Kenapa bisa gagal? Lebih tepatnya ketika semua tes yang gue jalani untuk masuk ke perguruan tinggi selalu gagal dan tidak pernah berhasil, gue hanya bertanya pada diri gue sendiri kenapa bisa gagal? Berulang kali gue coba memulai kembali, tanpa rasa ragu sedikit pun dan yakin kali ini bisa lolos, namun hingga pada tes yang terakhir kali dijalani dan menjadi harapan terakhir untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita gue, tes yang terakhir itu pun lagi-lagi gagal.

    Kecewa? Pasti, sedih? Apalagi. Sepanjang hari, gue cuma bisa nangis, setiap kali gue inget betapa banyak pengorbanan yang udah gue lakuin untuk mewujudkan apa yang udah gue cita-citakan, tapi lagi-lagi gagal dan pupus gitu aja. Betapa bodohnya gue, betapa nggak bergunanya gue, dan betapa semua yang udah gue lakuin hanya sia-sia aja. Ketika mereka dengan bahagianya memposting foto di facebook dengan almamater kebanggaannya, gue melihat dengan perasaan getir. Jujur, gue iri. Harusnya saat ini gue bisa kayak mereka yang dengan bangganya berada di kampus impian mereka, yang dengan bangganya mengenakan almamaternya. Dan harusnya gue juga bisa ngerasain apa yang mereka rasain saat ini ketika menjadi Mahasiswa Baru.

    Bersyukur dan Introspeksi Diri

    Jujur memang saat ini masih suka sedih kalau inget gue gagal waktu itu. Dan gue cuma bisa bertanya kenapa sih gue selalu gagal, kalau gagal 1 atau 2 kali gue masih bisa ikhlas nerimanya, tapi dalam 4 bulan belakangan gue gagal sampai 4 kali. Mungkin hal yang gue alami saat ini, juga dialami oleh banyak orang yang belum lama ini menjalani berbagai tes untuk masuk perguruan tinggi, bahkan ada yang bisa lebih parah dari ini, tapi nggak sedikit juga yang akhirnya berusaha untuk terus lanjut menggapai impiannya atau bahkan yang justru menyerah dalam pertempuran. Bisa dibilang gue adalah orang yang menyerah dalam pertempuran kali ini, ada beberapa hal yang nggak bisa gue paksain untuk terus ngelanjutin perjuangan gue, dan gue putusin untuk memulai kembali tahun depan. Tetapi semakin gue kecewa terhadap diri gue sendiri, semakin gue menyalahkan diri gue, dan menyalahkan terhadap kehendak Allah, gue semakin sedih dan nggak tahu harus berbuat apa lagi.

    Dari berbagai alasan yang membuat gue kecewa terhadap diri gue sendiri, ada ribuan alasan untuk tetap tegar dan menerima dengan ikhlas apa yang terjadi saat ini. Semua yang terjadi dalam hidup ini tidak terlepas dari kuasa-Nya dan pasti selalu ada hikmahnya. Dan mungkin lebih baik dari pada gue selalu menyalahkan diri sendiri, harusnya gue juga bertanya apa yang menyebabkannya? Memang dalam beberapa bulan ini, hari-hari yang gue jalani terasa berat dan semakin membuat gue down karena gue cuma menyalahkan diri gue sendiri, dan selalu bertanya kenapa tanpa menemukan jawaban pasti. Mungkin harusnya sekarang gue introspeksi diri dan bersyukur terhadap apa yang terjadi saat ini. Memang pada kenyataannya untuk mengikhlaskan sesuatu itu sulit, namun agar hidup menjadi lebih baik maka sudah sepatutnya gue ikhlas dan bersyukur. Sampai saat ini dan untuk selamanya, gue percaya bahwa apa yang terjadi saat ini merupakan jalan yang terbaik yang diberikan oleh Allah. Karena biar sekuat apapun kita berusaha, namun bila hal tersebut bukan yang terbaik dan tidak diridhoi oleh Allah, maka tidak akan terjadi. Ya mungkin Allah memberikan gue waktu untuk memperbaiki semuanya. Ya begitulah… mungkin gue harus mengintrospeksi diri dari berbagai hal yang membuat gue gagal. Dan sudah semestinya gue bersyukur terhadap ketentuan-Nya agar gue bisa lebih bijaksana dalam menelaah setiap takdir yang diberikan.

    Meskipun gagal tahun ini, bukan berarti dalam satu tahun kedepan gue terus terpuruk dan meratapi nasib gue. Sudah semestinya gue bangkit, dan mempersiapkan diri untuk lebih baik tahun depan. Lewat tulisan ini semoga gue bisa mengingat betapa pahitnya kegagalan agar untuk kedepannya tidak mengulangi kegagalan lagi dan tidak lagi merasakan betapa getir dan hambarnya rasa kegagalan. Dan untuk waktu yang gue kira terbuang dengan sia-sia, gue salah. Justru sisi positifnya, apabila tahun depan gue mencoba lagi untuk mengikuti tes perguruan tinggi setidaknya gue udah punya pengalaman. Seperti firman Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 6 yang bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Jadi, jangan putus asa.
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Follow me

    • facebook
    • google+
    • tumblr
    • instagram
    • youtube

    Blog Archive

    • Mei 2023 (1)
    • April 2023 (2)
    • September 2021 (1)
    • Juli 2021 (1)
    • Februari 2021 (1)
    • Januari 2021 (3)
    • September 2020 (1)
    • Maret 2020 (1)
    • Desember 2019 (1)
    • November 2019 (2)
    • Oktober 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Februari 2019 (1)
    • November 2018 (1)
    • Maret 2017 (1)
    • Februari 2016 (3)
    • Januari 2016 (2)
    • September 2015 (1)
    • Maret 2015 (3)
    • Januari 2015 (1)
    • Oktober 2014 (4)
    • Juli 2014 (2)
    • Juni 2014 (1)

    Labels

    Cerita Hari Ini Tutorial Ulasan Buku Ulasan Film Ulasan Novel

    Member of

    Member of

    About Me

    Foto saya
    Siti Aliyah
    Seorang penafsir mimpi yang sedang menghidupi mimpi-mimpinya di dunia nyata.
    Lihat profil lengkapku
    facebook Twitter instagram google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top