Selamat Hari Guru!
Rabu, November 27, 2019
Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tahun ini, tepat hari Senin lalu merupakan Hari Guru Nasional. Di hari itu, ramai orang-orang mengucapkan selamat dan terima kasih kepada guru-guru yang telah mendidiknya. Banyak juga sekolah-sekolah yang mengadakan perayaan untuk memeriahkan Hari Guru Nasional. Gue pikir, ucapan-ucapan selamat hari guru hanya ditujukan bagi mereka yang mengajar di sekolah. Iya, guru-guru yang secara formal mengajar dari pagi sampai sore hari. Tapi, pandangan gue akhirnya berubah mengenai konsep Hari Guru. Kenapa begitu? Karena ada satu hal yang juga membuat gue merasa menjadi manusia yang dibutuhkan dan dihargai. Hahah lebay, ya!
Begini ceritanya, beberapa bulan ke belakang gue jadi pengajar privat seorang anak kelas 2 SMP. Sebut saja nama anak ini Fulan. Si Fulan ini sudah tidak lagi sekolah di sekolah formal alias sekarang dia home schooling aja. Hanya satu kali dalam seminggu gue ngajarin dia berbagai mata pelajaran yang biasanya diajarin di sekolah. Si Fulan ini anaknya pemalu dan jarang ngomong, tapi sikapnya manis banget! Setiap gue datang ngajar, dia pasti selalu bikinin teh. Iya, dia yang bikin sendiri! Walaupun rasanya agak-agak pahit gimana gitu, tapi gak apa-apa, sikapnya dia udah manis banget! Hahah... Waktu itu pernah gue ngajar ketika puasa dan dia sudah membuatkan teh seperti biasanya. Gue terlambat bilang kalau hari ini sedang puasa, jadi tehnya sudah tersedia di meja. Akhirnya, dengan sangat tidak enak gue mohon maaf tidak minum tehnya karena sedang puasa.
Bukan cuma itu aja, setiap pulang, Si Fulan pasti yang membuka dan menutup gerbang dan selalu ngucapin, "Hati-hati di jalan ya, kak!".
Lalu, ketika Hari Guru kemarin, gue tidak menyangka kalau dia mengucapkannya langsung ke gue. Dia bilang, "Selamat Hari Guru ya, kak!" sambil menyalami tangan gue dan memberikan bingkisan. Siapa yang gak meleleh coba hatinya. Terharu banget! Rasanya gak bisa berkata-kata. Ini salah satu isi bingkisannya.
Dan, gue baru sadar kalau yang karton biru itu ternyata ada isinya. Apa itu? Yap, surat! Tulisan tangan dia sendiri.
Sebenarnya, ini bukan perkara benda yang dia berikan. Tapi, niat tulus dia untuk memberikan ucapan yang membuat gue merasa jadi orang yang dihargai dan dibutuhkan. Seringkali rasa lelah muncul tiap menghadapi sikap Si Fulan yang kelihatan tidak mood kalau lagi belajar. Tapi, lelah rasanya terbayar tiap dia mengerti dan memahami materi yang sedang diajarkan. Ternyata, sebenarnya dia memperhatikan! Mungkin hal ini juga yang dirasakan oleh guru-guru di luar sana. Rasanya terharu menyaksikan murid-murid yang diajarkan bertambah satu pengetahuan baru tiap harinya. Dan, memahami apa yang diajarkan. Terima kasih Fulan, kamu telah mengajarkan aku pentingnya apresiasi. Mulai dari hal-hal kecil, seperti memberikan ucapan terima kasih dan ucapan "Hati-hati di jalan". Juga, melalui tindakan sederhana. Sesederhana membuatkan teh hangat, misalnya. You are the best teacher, too!
Intinya, terima kasih, dan...
Selamat Hari Guru untuk para guru yang mengajar di sekolah maupun guru kehidupan.
Tanpamu, apa jadinya aku.
Depok, 25 November 2019.



0 comments