Kita mulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan, “Mau dibawa
ke mana hidup ini?”
Malam ini, kembali datang perasaan yang entah bagaimana
dideskripsikan. Jenuh, merasa kosong, dan juga bingung. Di saat-saat seperti
ini, biasanya muncul banyak pertanyaan yang memenuhi kepala, yang
sampai sekarang belum bertemu juga dengan jawabannya. Dikira, perasaan seperti ini
muncul hanya menjelang masa-masa datang bulan, hanya bawaan hormon aja.
Ternyata, perasaan ini muncul terus menerus. Datang, hilang, lalu kembali
datang lagi.
Mau dibawa ke mana sih hidup ini? Mau sampai kapan terus
hidup dalam gelembung pikiran yang tidak menentu. Kadang, kalau lagi naik motor, lihat orang-orang di jalan, suka penasaran, apa yang
ada di dalam pikiran mereka. Apa mereka gak bosan sama hidupnya. Apa mereka
juga pernah merasakan apa yang saat ini gue rasain. Apa orang-orang gak bosan
sama rutinitas mereka.
Setelah dipikir-pikir, perasaan ini muncul belakangan ini
aja. Ketika sekolah sampai kuliah, kayaknya belum pernah merasakan perasaan yang
seperti ini. Kayanya, dulu hidup lurus-lurus aja, berjalan semestinya walaupun
kadang banyak hal yang gak sesuai ekspektasi. Mungkin karena dulu ada tanggung
jawab dan tugas-tugas yang menanti untuk dituntaskan. Kalau sekarang, kayanya
gak ada yang benar-benar jadi tanggung jawab. Walaupun sekarang udah kerja,
tapi gak bisa benar-benar merasakan tanggung jawab yang sebenarnya. Sekarang,
malah lebih mudah menyepelekan hal-hal kecil. Hal-hal krusial juga.
Lalu, mau dibawa ke mana hidup ini? Mau sampai kapan
begini?













