Sesuatu yang kita anggap baik-baik saja dari luar belum tentu
sama seperti yang ada di dalam. Terkadang kita juga perlu memahaminya dari
dalam agar tahu seperti apa keadaan sebenarnya. Namun, kalau segala sesuatu
yang ada di dalam tidak bisa kita pahami dan justru malah disembunyikan. Apa kita
bisa menyebutnya sebagai teman dekat? Mungkin, dalam perjalanan yang diarungi
dalam hidup akan ditemui banyak konflik diantara hubungan itu. ada duka yang
tercipta diantara suka dan bahagia.
Tidak semua yang ada pada diri teman, semuanya akan kita
sukai. Tidak sedikit malah, perbedaan yang kita temui diantaranya. Teman itu,
bukan siapa yang memiliki banyak kesamaan yang ada pada diri kita. Namun,
pertemanan itu tentang siapa yang ada saat kita membutuhkan dan sebaliknya. Juga
yang memiliki rasa empati terhadap diri kita, meski banyak perbedaan yang ada
dalam dirinya terhadap diri kita.
Jika banyak hal yang disembunyikan diantaranya, jika banyak
kepura-puraan, jika banyak kebohongan, dan jika saling membicarakan kejelekan
satu sama lain di belakang. Disebut apakah hubungan itu? teman dekatkah?
Dan seperti
apakah teman itu seharusnya? Tentu saja teman yang tidak membicarakan kejelekan
temannya sendiri. Salah satunya mungkin itu.
Akan terasa
lebih menyenangkan jika hubungan yang kita sebut pertemanan itu terjalin atas
dasar kejujuran, saling memiliki, tidak ada kepura-puraan, tidak ada kebohongan,
dan tidak saling meyimpan iri dan dengki dalam diri.
Konflik yang tercipta mungkin wajar
diantara tiap hubungan. Yang terpenting adalah bagaimana cara melerai konflik
dan mengembalikan suasana seperti semula. Dan jangan malu untuk meminta maaf
lebih dulu.















