facebook twitter Tumblr Instagram youtube linkedin

Metamorfosis

    • Beranda
    • Cerita Hari Ini
    • Ulasan Buku
    • Ulasan Film
    • _Film Korea
    • _Film Indonesia
    • _Film Thailand
    • Tutorial
    Pada Ramadan kali ini, saya mendapatkan sebuah pengalaman baru dan mengesankan karena berkesempatan untuk ikut berlayar di kapal selama tiga hari dua malam melalui program Pesantren Kilat Ramadan yang diadakan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan TNI AL. Kapal yang digunakan untuk kegiatan ini adalah KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992) yang merupakan kapal perang terbaru TNI. Kapal tersebut melakukan pelayaran perdananya untuk kegiatan ini.


    KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992)
    Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan ini diperuntukkan bagi 300 siswa-siswi tingkat SMA/MA/SMK se-Jabodetabek. Namun, saya juga berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut sebagai asisten mentor yang mendampingi siswa-siswi tersebut selama kegiatan berlangsung. Ada sekitar 19 asisten mentor yang juga terlibat dalam kegiatan Pesantren Kilat ini. Semua asisten mentor merupakan alumni maupun peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari berbagai universitas.

    Kegiatan pesantren kilat ini berlangsung mulai dari Kamis, 6 April sampai Sabtu, 8 April 2023 dengan melakukan pelayaran dari Kolinlamil (Komando Lintas Laut Militer) Tanjung Priok hingga ke Kepulauan Seribu. Setelah melakukan kegiatan di Kepulauan Seribu, kapal berlayar kembali ke Kolinlamil. Kegiatan ini bertajuk Ekspresi (Ekspedisi Ramadan Penuh Inspirasi). Selama tiga hari dua malam banyak kegiatan yang dilakukan, di antaranya talkshow dengan tokoh inspiratif, buka puasa bersama, sahur, tarawih, penyampaian materi, hingga kegiatan sosial di Pulau Pramuka.

    Hari Pertama Kegiatan EKSPRESI BAZNAS

    Kegiatan di hari pertama dimulai pukul 16.00 WIB. Saya berangkat dari Bekasi menggunakan KRL menuju Kolinlamil setelah Zuhur karena masih ada kegiatan di sekolah. Kebetulan di sekolah tempat saya mengajar juga sedang mengadakan Pesantren Ramadan dan hari Kamis merupakan hari terakhir kegiatan tersebut. Selama perjalanan menuju Kolinlamil, saya sangat excited dan tidak sabar untuk tiba karena hal ini merupakan pengalaman pertama saya menaiki kapal besar, apalagi kapal perang!

    Saya tidak sendiri. Ketika sampai di Stasiun Tanjung Priok, saya bertemu dengan Azka yang sebelumnya sudah sepakat untuk berangkat menuju Kolinlamil bersama. Kemudian, saya juga bertemu Suci yang sedang menunggu satu lagi teman kami, tapi ternyata sudah berangkat lebih dulu. Akhirnya kami bertiga menuju Kolinlamil menggunakan GoCar.

    Setibanya di Kolinlamil, kegiatan pembukaan akan dimulai dan para peserta sudah berbaris di lapangan. Kami bertiga juga mengikuti pembukaan tersebut setelah menaruh barang-barang di atas kapal. Setelah selesai pembukaan dan acara jumpa pers, seluruh peserta menaiki kapal dan bersiap untuk buka puasa bersama. Sungguh pengalaman yang sangat berkesan karena bisa berbuka puasa sambil melihat matahari terbenam di atas kapal! Setelah itu, semua bersiap untuk Salat Maghrib berjamaah, makan malam, dan dilanjut dengan Salat Tarawih.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Inspirasi 1 yang membahas "Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja" serta "Wawasan Kebaharian, Kemaritiman, dan Pengenalan Angkatan Laut". Kegiatan Inspirasi 1 ini diisi oleh bapak-bapak dari DISBINTAL (Dinas Pembinaan Mental) dan DISPOTMAR (Dinas Potensi Maritim) TNI AL. Kegiatan hari ini selesai pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, peserta istirahat di ruangan yang telah disediakan.

    Pembukaan Kegiatan EKSPRESI BAZNAS

    Buka Puasa
    Salat Berjamaah

    Inspirasi 1 Bersama DISBINTAL TNI AL
    Inspirasi 1 Bersama DISPOTMAR TNI AL

    Hari Kedua Kegiatan EKSPRESI BAZNAS

    Kegiatan di hari kedua cukup padat. Dimulai dari sahur pada pukul 03.30 WIB, Salat Subuh, dan mentoring keagamaan terkait bacaan Alquran. Pada kegiatan mentoring inilah asisten mentor berperan untuk mendampingi peserta yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok. Saya berkesempatan untuk mendampingi kelompok 13 yang isinya 16 siswi aktif dan energik 😄 

    Setalah mentoring selesai di pukul 06.30 WIB, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan Inspirasi yang diisi oleh pimpinan BAZNAS, tokoh publik, hingga TNI AL. Kurang lebih pukul 08.00 WIB, kegiatan Inspirasi di hari kedua ini dimulai yang diawali pembahasan tentang zakat oleh Pimpinan BAZNAS, salah satunya Ibu Sakwan Saidah.

    Setelah itu, kegiatan diisi oleh Mbak Najwa Shihab. Para peserta sangat antusias ketika Mbak Najwa sudah berada di tengah-tengah mereka. Banyak petuah dan pengingat yang disampaikan Mbak Najwa yang pastinya memberi inspirasi bagi peserta kegiatan ini, termasuk saya! Salah satu yang disampaikan Mbak Najwa adalah untuk beradaptasi dan menyesuasikan diri dengan perkembangan zaman serta punya daya saing dan ketelatenan untuk terus menerus belajar hal baru.

    Waktu Zuhur kemudian hampir tiba, para peserta laki-laki melaksankan ibadah Salat Jumat, sementara perempuan beristirahat sambil menunggu waktu untuk Salat Zuhur. Setelah selesai, kegiatan Inspirasi yang diisi oleh tokoh-tokoh inspiratif kembali dilanjutkan. Kegiatan Inspirasi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A. yang merupakan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI sekaligus Dosen UIN Jakarta. Terakhir, kegiatan Inspirasi diisi oleh Kepala Disbintal TNI AL, yaitu Brigjen TNI (Mar) Sandy Muchjidin Latief, S.IP.

    Selanjutnya, para peserta diajak untuk berkeliling ke bagian atas kapal. Pada saat yang bersamaan, kapal mulai berlayar menuju Pulau Pramuka, tempat untuk melangsungkan kegiatan di esok hari. Selama kapal mulai berlayar ini, saya berada di bagian atas kapal bersama Ka Desy dan memandang luasnya lautan ditemani angin yang menerpa wajah. Agak lebay, ya! hehe Tapi, ini beneran sangat menenteramkan. Untung gak masuk angin setelahnya 😂

    Kegiatan di hari kedua ini ditutup dengan acara Pentas Seni dari masing-masing kelompok. Ada sekitar 19 kelompok yang menampilkan yel-yel serta unjuk kebolehan di bidang seni. Ada yang menampilkan drama, menyanyi, puisi berantai, dan komedi. Semuanya sangat menghibur. Nah, kelompok 13 yang saya dampingi waktu itu menampilkan drama tentang seseorang yang berniat ingin membatalkan puasa. Ide tersebut merupakan hasil dari pemikiran mereka sendiri. Selain itu, mereka juga menutup penampilan seni pada malam itu dengan menyanyikan lagu Diskoria - C.H.R.I.S.Y.E. Penampilan tersebut berhasil membawa kelompok 13 meraih juara 2! Salut dengan kepercayaan diri dan keantusiasan mereka.

    Salat Subuh Berjamaah
    Inspirasi 2 bersama Ibu Sakwan Saidah
    Inspirasi 3 bersama Najwa Shihab

    Inspirasi 4 bersama Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A.
    Inspirasi 5 bersama Brigjen TNI (Mar) Sandy Muchjidin Latief, S.IP
    Tour Kapal
    Briefing sebelum Tampil Pentas Seni Kelompok 13

    Pentas Seni Kelompok 13

    Hari Ketiga Kegiatan EKSPRESI BAZNAS: Bakti Sosial di Pulau Pramuka

    Hari terakhir tiba! Di hari ini, kegiatan diisi di Pulau Pramuka untuk melakukan kegiatan bakti sosial. Setelah sebelumnya sahur dan Salat Subuh, para peserta berbaris bersama kelompoknya masing-masing untuk menuju Pulau Pramuka. KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat tidak bisa mengantarkan sampai dermaga Pulau Pramuka sehingga para peserta secara bergiliran diantar menggunakan kapal yang lebih kecil menuju tempat tersebut.

    Para peserta dibagi ke beberapa kegiatan. Ada yang melakukan bersih pantai, bersih masjid, menanam mangrove, pembagian paket Ramadan bahagia, dan layanan kesehatan. Kelompok 13 dan empat kelompok lain mendapat bagian untuk melakukan kegiatan bersih pantai. 

    Sekitar pukul 08.00 WIB, kami tiba di pantai dan mengambil sampah-sampah yang berserakan di pantai tersebut. Meski masih pagi, cuaca di sana sangat terik dan membuat tenggorokan yang sedang puasa ini tercekik rasa haus😁Setelah selesai bersih pantai, kami bergabung dengan semua kelompok untuk mengikuti kegiatan menanam mangrove. Lalu, setelahnya kami berkumpul kembali di dermaga untuk menunggu giliran menaiki kapal yang akan membawa kami menuju KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat. Tiba di KRI, semua peserta beristirahat sambil menunggu waktu untuk Salat Zuhur. Kali ini, waktu istirahat lumayan panjang sehingga bisa tidur siang sebentar setelah pada malam sebelumnya baru bisa tidur di pukul 1 pagi. 

    Kapal kemudian berlayar kembali menuju Kolinlamil. Di perjalanan kali ini, para peserta mengikuti pelatihan ESQ (Emotional Spiritual Quotient), sementara para asisten mentor melakukan kegiatan lain. Pada kesempatan ini, kami, para asisten mentor akhirnya bisa berfoto lengkap dan mengenal lebih dekat karena hari-hari sebelumnya kegiatan cukup padat dan rasanya tidak banyak waktu untuk mengobrol. Dari 19 asisten mentor, sebagian ada yang sudah bekerja dan beberapa di antaranya masih menempuh pendidikan di semester akhir.

    Perjalanan Menuju Dermaga Pulau Pramuka
    Penanaman Mangrove
    Bersih Pantai
    Pelatihan ESQ

    Waktunya Berpisah

    Kapal yang berlayar sudah tiba kembali di Kolinlamil menjelang waktu berbuka puasa. Agak sedih, karena buka puasa kali ini adalah buka puasa terakhir di atas kapal. Rasanya, hari ini gak ingin cepat-cepat berlalu! Setelah Salat Magrib berjamaah, kami semua mengemasi barang-barang dan bersiap untuk meninggalkan kapal. Dan tibalah saat untuk berpisah dan berpamitan dengan panitia dari BAZNAS dan TNI AL. Juga, berpamitan dengan teman-teman asisten mentor. 

    Pengalaman selama tiga hari dua malam di sini akan menjadi pengalaman yang kaya akan ilmu dan kenangan. Bisa merasakan pelayaran perdana di atas kapal perang dan bertemu tokoh-tokoh inspiratif, juga teman-teman sesama penerima Beasiswa Cendekia Baznas menjadi suatu hal yang sangat sangat saya syukuri selama perjalanan melewati Ramadan kali ini. Tiada kata yang bisa mengungkapkan rasa terima kasih kepada panitia EKSPRESI BAZNAS yang telah memberikan kesempatan luar biasa ini.

    Lalu, perjalanan dilanjutkan menuju tempat tinggal masing-masing. Saya bersama tiga orang lainnya dari asisten mentor pulang menggunakan KRL. Karena kereta di stasiun Tanjung Priok sudah tidak ada, kami memutuskan untuk naik dari Stasiun Mangga Besar. Lalu, kami berpisah di stasiun Manggarai karena dua orang lain menuju Stasiun Bogor, sementara saya bersama Azka harus transit dan melanjutkan ke Stasiun Bekasi.

    Bersama Para Asisten Mentor









    Teman tidur selama tiga hari dua malam :)

    Sekali lagi, terima kasih kepada Panitia EKSPRESI BAZNAS atas kesempatan yang diberikan dan terima kasih untuk pengalaman tiga hari dua malam yang memberi banyak inspirasi serta kenangan. Semoga masih banyak kesempatan lain untuk merasakan pengalaman-pengalaman penuh inspirasi lainnya! Terakhir, mari kita tutup cerita kali ini dengan quote dari Mbak Najwa berikut:

    "Pengalaman yang baru akan memberikan ide-ide yang baru." 
    Najwa Shihab, 2023
    Continue Reading
    Beberapa tahun terakhir, bulan Ramadan selalu menjadi momen bagi saya untuk bisa bepergian seorang diri. Entah mengapa, ada keinginan kuat di bulan Ramadan untuk bisa pergi ke berbagai tempat dibanding bulan-bulan lainnya. Misalnya, tahun 2022 dengan impulsifnya, saya pergi ke Bandung. Tepatnya, pergi ke Masjid Salman ITB (Institut Teknologi Bandung). Tempat yang sudah saya kenal sejak SMP melalui lomba cerpen yang diadakan di bulan Ramadan kala itu.

    Begitu pun dengan tahun 2023 ini, ada beberapa tempat dan kegiatan yang saya ikuti. Salah satunya adalah kegiatan Ramadan Festival yang diadakan oleh Hijabers Community Bogor dengan tema "Be Amazing with Rabbani Generation". Kegiatan tersebut diadakan pada Ahad, 2 April 2023. Tentu saja, saya pergi sendirian :) Sebelumnya, ada dua teman yang rencananya juga akan ikut kegiatan tersebut. Namun, keduanya berhalangan hadir. 

    Kegiatan Festival Ramadan diadakan di Hotel Salak the Heritage dan acara berlangsung mulai pukul 09.00 sampai 17.00 dengan diisi oleh beragam kegiatan seperti tausiah oleh Ustadz Taufiqurrahman (Ustadz Pantun), talkshow dengan Mbak Ratu Anandita dan Mbak Mimi Jamilah, sharing bersama Ibu Bintang Sri (Pendiri Hijabers Community Bogor), dongeng, serta santunan anak yatim. 


    Lihat postingan ini di Instagram

    Sebuah kiriman dibagikan oleh HIJABERS COMMUNITY BOGOR (@hijaberscommunitybgr)

    Saya berangkat dari Bekasi menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik) sejak pukul 08.00 dan tiba di stasiun Bogor pukul 09.30. Dari stasiun, saya hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit. Ketika saya tiba, acara sudah berjalan dan terdengar suara Ustadz Pantun sedang mengisi ceramah. 

    Dari tausiah yang disampaikan Ustadz Pantun, ada oleh-oleh ilmu yang saya bawa pulang, yaitu tentang Kunci Kebahagian Dunia Akhirat. Waktu itu yang saya catat ada 4I kuncinya, yaitu Ilmu, Iman, Ikhlas, dan Istiqomah. Dari keempat hal tersebut, istiqomah mungkin jadi hal yang paling sulit, ya. 

    Satu lagi yang saya catat yaitu talkshow bersama Mbak Ratu Anandita dengan tema "Banyak Anak Cepet Tua? Ah Masa". Tema tersebut sesuai dengan kondisi saat ini yang sedang ramai dengan isu "Childfree". Namun isu tersebut tidak banyak dibahas, hal yang lebih dibahas adalah bagaimana sebagai seorang perempuan atau ibu bisa mengatur waktu di tengah kesibukan. Ada beberapa yang saya catat terkait cara yang bisa dilakukan, yaitu mengatur visi-misi yang bisa dikerucutkan menjadi misi harian, misalnya dengan membuat jadwal atau to do list hal-hal yang akan dilakukan. Kemudian, biasakan memulai hari dengan membaca Alquran.

    Di tengah talkshow tersebut, ketika saya sedang menyandarkan kepala ke kursi depan (kursinya kosong, btw), datang seseorang yang meminta izin untuk duduk di sebelah saya. Orang tersebut nantinya akan menemani saya menghabiskan waktu di kegiatan Festival Ramadan ini. Namanya, Ka Anita. Orangnya sangat supel dan mudah bergaul sehingga saya pun sangat nyaman untuk berbicara banyak dengannya. Kebetulan, kami juga memiliki beberapa kesamaan. Dan yang paling penting, saya gak sendirian lagi :)

    Hotel Salak the Heritage, Mirror selfie, Festival Ramadan Hijabers Community Bogor
    Mirror selfie dulu
    Tempat kegiatan ini juga nyaman dan aesthetic. Tidak ingin melewatkan momen ini dengan begitu saja, maka diabadikanlah momen tersebut. Beruntung karena bertemu dengan Ka Anita, kami bisa saling mendokumentasikan.


    Hotel Salak the Heritage, Mirror selfie, Festival Ramadan Hijabers Community Bogor

    Selain oleh-oleh ilmu, ada juga oleh-oleh berupa bingkisan yang bisa dibawa pulang. Dari bingkisan tersebut saya mendapatkan produk pembersih wajah dari Nivea, Kopi Kenangan, sampo Azalea, dan Realfood Jelly. Sisanya, sunscreen Nivea saya beli di booth-nya dan mendapatkan hadiah berupa deodorant.


    Hotel Salak the Heritage, Mirror selfie, Festival Ramadan Hijabers Community Bogor
    Bingkisan Acara

    Ketika tulisan ini dibuat, hampir semuanya sudah saya coba. Hanya pembersih wajahnya saja yang tidak saya pakai karena pembersih wajahnya untuk laki-laki. Jadi, pembersih wajahnya saya berikan untuk adik saya. 

    Untuk pertama kalinya, saya mencoba Kopi Kenangan dalam bentuk kemasan ini. Saya bukan pecinta kopi dan awalnya, saya skeptis dengan rasa kopinya yang terlalu manis dan meninggalkan rasa getir di lidah. Ternyata ketika dicoba, tidak terbukti ke-skeptisan saya tersebut. 

    Lalu, untuk jelly dari Realfood juga cukup bisa dinikmati. Sebelumnya, saya hanya melihat para selebgram saja yang me-review jelly tersebut dan penasaran rasanya seperti apa :D Klaimnya, jelly tersebut bermanfaat untuk kulit karena mengandung kolagen. Yang gak kalah menarik adalah sampo dari Azalea. Walaupun kecil, tapi justru yang paling bermanfaat. Setelah mencoba sampo versi saset tersebut, saya akhirnya beralih menggunakan sampo Azalea karena lebih cocok pakai sampo itu dibanding produk sampo yang saya pakai sebelumnya.

    Oke, kembali ke kegiatan Festival Ramadan. Acaranya selesai sebelum pukul 5 dan ditutup dengan santunan anak yatim. Awalnya, saya berniat untuk buka puasa di Bogor. Namun, karena waktu maghrib tiba masih cukup lama, saya dan Ka Anita memutuskan untuk langsung pulang dan kami sama-sama naik KRL. Ada banyak hal yang diobrolkan selama perjalanan pulang sampai tidak terasa kalau kami sudah tiba di Stasiun Bekasi. Oh iya, kami sama-sama dari Bekasi. Bedanya, saya di Kabupaten dan Ka Anita di Kota Bekasi.

    Padahal obrolannya sedang seru-serunya, tapi kami harus berpisah karena berbeda arah dan pintu keluarnya. Semoga ada kesempatan lain buat melanjutkan obrolannya! :)
    Continue Reading
    Rasanya baru kemarin, datang ke Depok untuk registrasi sebagai mahasiswa baru di Universitas Indonesia. Rasanya baru kemarin, mengikuti rangkaian kegiatan mahasiswa baru, mulai dari latihan paduan suara di Balairung, OKK (Orientasi Kegiatan Kampus), PSA Mabim (Pengenalan Sistem Akademik dan Masa Bimbingan), dan banyak berkenalan dengan orang baru.

    Ternyata, empat tahun sudah berlalu. Empat tahun sudah menghabiskan masa-masa sebagai mahasiswa di kampus yang sejak 2015 selalu terselip di dalam doa dan di tahun 2016, atas izin Allah, saya resmi menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Tahun tersebut juga menjadi awal pertemuan saya dengan lima orang teman, yang selanjutnya menjadi sahabat karib dan selalu menemani masa-masa empat tahun di Depok. Mereka adalah Ainul, Indah, Arum, Hanum, dan Diani.

    Di antara mereka berlima, saya pertama kali bertemu dengan Indah ketika masih dalam kegiatan OKK. OKK itu kegiatan orientasi kampus tingkat universitas yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari semua fakultas yang ada di UI. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan PSA Mabim yang diadakan di masing-masing fakultas. 

    Saya tidak terlalu ingat bagaimana awalnya berkenalan dengan Indah. Tapi, yang saya ingat kami sudah sering berangkat bersama menuju Balairung untuk latihan paduan suara dan berburu foto dengan mahasiswa baru FIB (Fakultas Ilmu Budaya) sebagai tugas untuk PSA Mabim. Waktu itu, saya masih pulang-pergi dari Bekasi ke Depok menggunakan kereta. Begitu pun dengan Indah yang berasal dari Jakarta. Seringnya, Indah yang menunggu saya di stasiun Pondok Cina karena saya masih dalam perjalanan.

    Saya kemudian bertemu dengan Ainul karena kami berada di kelompok yang sama ketika PSA Mabim di FIB, yaitu kelompok Buleleng. Saat itu, penamaan kelompok berdasarkan nama daerah di Bali karena tema PSA Mabim tahun 2016 tentang Bali. Ainul berasal dari Sumatera Barat dan selalu semangat ketika membicarakan tentang sastra, khususnya tokoh Andrea Hirata. Dari Ainul lah saya juga jadi banyak membaca karya-karya Andrea Hirata.

    Lalu, pertemuan Diani, Arum, dan Hanum adalah ketika tes Bahasa Inggris di Balairung. Mereka sudah datang dan sudah saling mengenal ketika mengikuti tes tersebut. Waktu itu, saya bersama Ainul dan Indah datang bersama. Kami berenam duduk saling berdekatan. Dari pertemuan di Balairung inilah, akhirnya kami semua berteman.

    Banyak hal yang kami lakukan bersama. Salah satu momen yang paling membahagiakan ketika kami berlibur ke Malang dan Batu, tempat tinggalnya Diani dan Hanum, pada tahun 2018. Di sana, kami pergi ke berbagai pantai naik mobil bak terbuka, lalu ke coban atau air terjun.

    Tidak sedikit juga momen sedih terjadi. Misalnya, ketika saya yang sedang sakit diantarkan Indah ke klinik. Namun selepas dari klinik, saya justru menangis di depan klinik karena sakit hati dengan perkataan petugasnya. (Kalau diingat-ingat malu juga nangis di depan klinik T.T Untungnya, waktu itu kliniknya sepi).

    Lalu, tahun 2023 datang. Tiga tahun selepas momen wisuda yang dilakukan secara daring karena pandemi covid-19, kami bisa berkumpul kembali secara utuh karena sebelumnya Ainul menetap di Padang dan Hanum di Batu. Tepatnya pada 19 Maret 2023, kami bisa merayakan dan mengabadikan momen menggunakan toga di depan rektorat. Momen ini juga bertepatan dengan wisuda S2 Hanum.

    Waktu rasanya cepat sekali berlalu. Semoga persahabatan kami tetap abadi meski nanti terpisah jarak lagi. Meski nantinya akan semakin sulit mencari waktu bersama. Semoga hati kita selalu terpaut dan hal-hal baik selalu menyertai perjalanan yang kami tuju. 

    Seven great years of friendship and still counting!


























    Cheers to many more years of laughter, love, and friendship!♡

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Follow me

    • facebook
    • google+
    • tumblr
    • instagram
    • youtube

    Blog Archive

    • Mei 2023 (1)
    • April 2023 (2)
    • September 2021 (1)
    • Juli 2021 (1)
    • Februari 2021 (1)
    • Januari 2021 (3)
    • September 2020 (1)
    • Maret 2020 (1)
    • Desember 2019 (1)
    • November 2019 (2)
    • Oktober 2019 (3)
    • September 2019 (1)
    • Februari 2019 (1)
    • November 2018 (1)
    • Maret 2017 (1)
    • Februari 2016 (3)
    • Januari 2016 (2)
    • September 2015 (1)
    • Maret 2015 (3)
    • Januari 2015 (1)
    • Oktober 2014 (4)
    • Juli 2014 (2)
    • Juni 2014 (1)

    Labels

    Cerita Hari Ini Tutorial Ulasan Buku Ulasan Film Ulasan Novel

    Member of

    Member of

    About Me

    Foto saya
    Siti Aliyah
    Seorang penafsir mimpi yang sedang menghidupi mimpi-mimpinya di dunia nyata.
    Lihat profil lengkapku
    facebook Twitter instagram google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top