Perayaan Kelulusan yang Tertunda Tiga Tahun

Rabu, April 26, 2023

Rasanya baru kemarin, datang ke Depok untuk registrasi sebagai mahasiswa baru di Universitas Indonesia. Rasanya baru kemarin, mengikuti rangkaian kegiatan mahasiswa baru, mulai dari latihan paduan suara di Balairung, OKK (Orientasi Kegiatan Kampus), PSA Mabim (Pengenalan Sistem Akademik dan Masa Bimbingan), dan banyak berkenalan dengan orang baru.

Ternyata, empat tahun sudah berlalu. Empat tahun sudah menghabiskan masa-masa sebagai mahasiswa di kampus yang sejak 2015 selalu terselip di dalam doa dan di tahun 2016, atas izin Allah, saya resmi menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Tahun tersebut juga menjadi awal pertemuan saya dengan lima orang teman, yang selanjutnya menjadi sahabat karib dan selalu menemani masa-masa empat tahun di Depok. Mereka adalah Ainul, Indah, Arum, Hanum, dan Diani.

Di antara mereka berlima, saya pertama kali bertemu dengan Indah ketika masih dalam kegiatan OKK. OKK itu kegiatan orientasi kampus tingkat universitas yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari semua fakultas yang ada di UI. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan PSA Mabim yang diadakan di masing-masing fakultas. 

Saya tidak terlalu ingat bagaimana awalnya berkenalan dengan Indah. Tapi, yang saya ingat kami sudah sering berangkat bersama menuju Balairung untuk latihan paduan suara dan berburu foto dengan mahasiswa baru FIB (Fakultas Ilmu Budaya) sebagai tugas untuk PSA Mabim. Waktu itu, saya masih pulang-pergi dari Bekasi ke Depok menggunakan kereta. Begitu pun dengan Indah yang berasal dari Jakarta. Seringnya, Indah yang menunggu saya di stasiun Pondok Cina karena saya masih dalam perjalanan.

Saya kemudian bertemu dengan Ainul karena kami berada di kelompok yang sama ketika PSA Mabim di FIB, yaitu kelompok Buleleng. Saat itu, penamaan kelompok berdasarkan nama daerah di Bali karena tema PSA Mabim tahun 2016 tentang Bali. Ainul berasal dari Sumatera Barat dan selalu semangat ketika membicarakan tentang sastra, khususnya tokoh Andrea Hirata. Dari Ainul lah saya juga jadi banyak membaca karya-karya Andrea Hirata.

Lalu, pertemuan Diani, Arum, dan Hanum adalah ketika tes Bahasa Inggris di Balairung. Mereka sudah datang dan sudah saling mengenal ketika mengikuti tes tersebut. Waktu itu, saya bersama Ainul dan Indah datang bersama. Kami berenam duduk saling berdekatan. Dari pertemuan di Balairung inilah, akhirnya kami semua berteman.

Banyak hal yang kami lakukan bersama. Salah satu momen yang paling membahagiakan ketika kami berlibur ke Malang dan Batu, tempat tinggalnya Diani dan Hanum, pada tahun 2018. Di sana, kami pergi ke berbagai pantai naik mobil bak terbuka, lalu ke coban atau air terjun.

Tidak sedikit juga momen sedih terjadi. Misalnya, ketika saya yang sedang sakit diantarkan Indah ke klinik. Namun selepas dari klinik, saya justru menangis di depan klinik karena sakit hati dengan perkataan petugasnya. (Kalau diingat-ingat malu juga nangis di depan klinik T.T Untungnya, waktu itu kliniknya sepi).

Lalu, tahun 2023 datang. Tiga tahun selepas momen wisuda yang dilakukan secara daring karena pandemi covid-19, kami bisa berkumpul kembali secara utuh karena sebelumnya Ainul menetap di Padang dan Hanum di Batu. Tepatnya pada 19 Maret 2023, kami bisa merayakan dan mengabadikan momen menggunakan toga di depan rektorat. Momen ini juga bertepatan dengan wisuda S2 Hanum.

Waktu rasanya cepat sekali berlalu. Semoga persahabatan kami tetap abadi meski nanti terpisah jarak lagi. Meski nantinya akan semakin sulit mencari waktu bersama. Semoga hati kita selalu terpaut dan hal-hal baik selalu menyertai perjalanan yang kami tuju. 

Seven great years of friendship and still counting!


























Cheers to many more years of laughter, love, and friendship!♡

You Might Also Like

0 comments