Kopi, Catur, dan Perempuan Pemain Catur Pertama di Belitong
Selasa, Maret 14, 2017
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Tahun Terbit : 2011
Cetakan ke : 6 (Mei 2012)
Tebal Buku : 264 halaman
ISBN :
978-602-8811-09-5
“Tak ada
permainan lain seperti catur, di mana kemenangan dan kekalahannya dapat di
tawar. Tak ada permainan lain yang dengan secangkir kopi tampak seperti
bertunangan.” (Hal. 243)
Cinta di dalam gelas adalah kelanjutan dari novel yang berjudul
Padang Bulan. Di novel ini, Andrea Hirata masih memilih Belitong sebagai latar
cerita dan tokoh ‘aku’ masih diperankan oleh Ikal. Tokoh utama di novel ini
adalah Enong atau Maryamah binti Zamzami. Maryamah diceritakan sebagai seorang
perempuan yang tangguh dan perempuan pertama yang bekerja sebagai pendulang
timah untuk menghidupi ibu serta adik-adiknya setelah ayahnya meninggal. Maryamah
bekerja keras menjadi pendulang timah sejak usianya baru 14 tahun. Meski ia
harus putus sekolah demi menghidupi ibu serta adik-adiknya, kecintaan dan keinginannya
untuk mahir berbahasa Inggris tidak pernah padam. Bahkan Maryamah rajin
mengikuti kursus bahasa Inggris di kota seminggu sekali.
Bagi ketiga adiknya, Maryamah adalah pahlawan karena ia selalu berjuang
dan berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh ketiga adiknya. Hingga
adik-adiknya menikah, Maryamah belum juga menemukan pendamping hidup. Untuk
menyenangkan hati ibunya, akhirnya Maryamah menerima pinangan seorang lelaki
yang bernama Matarom. Matarom adalah seorang pecatur yang telah menang dua kali
berturut-turut dalam kejuaraan catur 17 Agustus.
Perkawinan Maryamah dengan Matarom ternyata tidak seperti
perkawinan ketiga adiknya. Maryamah sering menerima perlakuan buruk dari
Matarom, namun ia masih bisa bertahan. Akan tetapi pertahanannya berakhir
ketika ia mengetahui jika Matarom telah memiliki istri. Akhirnya pernikahan
mereka berakhir secara menyedihkan dengan sakit hati yang ditanggung oleh
Maryamah. Sakit hatinya itu ingin ia balaskan dengan cara menantang Matarom
dalam kejuaraan catur pada 17 Agustus, padahal Maryamah tidak bisa bermain
catur. Catur merupakan suatu hal yang penting di Belitong dan telah menjadi
tradisi yang dapat mengangkat derajat seseorang apabila berhasil menjuarai
kejuaraan yang diselenggarakan pada lomba 17 Agustus-an. Oleh karena itu,
Maryamah ingin merebut kembali martabatnya sebagai perempuan dengan menantang
juara bertahan sekaligus membalaskan dendamnya. Kejuaraan catur tersebut diadakan
di warung kopi yang bernama ‘Usah Kau Kenang Lagi’ yang merupakan warung kopi
tempat Ikal bekerja.
Mendengar seorang perempuan akan mengikuti kejuaraan catur, banyak
orang Melayu yang tidak setuju karena menurut mereka catur merupakan permainan
khusus lelaki. Namun setelah dilakukan voting, akhirnya Maryamah bisa
mengikuti kejuaraan catur pada 17 Agustus. Maryamah berusaha keras untuk bisa
mengalahkan Matarom dengan bantuan Ninochka Stronovsky, seorang Grand Master
yang merupakan teman Ikal.
Terlepas dari kisah Maryamah, Andrea Hirata juga mengangkat kisah
tentang kebiasaan lelaki Melayu yang gemar berlama-lama di warung kopi. Tentu
saja mereka menghabiskan waktu di warung kopi tersebut untuk mengobrol sambil
minum kopi dan bermain catur. Ikal yang bekerja di warung kopi milik pamannya,
diam-diam mengamati kebiasaan orang Melayu dalam meminum kopi dan menuliskannya
dalam Buku Besar Peminum Kopi.
“Kopi adalah minuman yang ajaib, setidaknya bagi lidah orang
Melayu, karena rasanya dapat berubah berdasarkan tempat.”
Keahlian Andrea Hirata dalam menyajikan kisah antara kopi, catur,
dan seorang perempuan tangguh membuat novel ini memiliki makna yang besar. Andrea
Hirata juga banyak memberikan filosofi-filosofi yang sangat menarik, seperti
filosofi tentang kopi. Selain itu, banyak pelajaran yang bisa diambil dari
novel Cinta di dalam gelas, di antaranya motivasi perjuangan hidup seorang
pendulang timah dan semangatnya yang tidak pernah padam untuk terus belajar.


0 comments